Keadaan Ekonomi
Pajak dan retribusi desa
Pajak dan retribusi desa bisa dilihat dalam tabel
Pajak dan Retribusi Desa Sirnagalih Tahun 2021
|
No
|
Uraian
|
2023
|
2024
|
|
|
|
|
|
|
1
|
Pajak desa
|
54.115.036
|
54.115.036
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Retribusi desa
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Lain-lain
|
3.000.000
|
3.000.000
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : data desa Sirnagalih
Alokasi Dana Desa
Alokasi dana desa dari pemerintah tiap tahunnya mengalami
kenaikan, hal ini bisa dilihat dalam tabel :
Alokasi Dana Desa Sirnagalih Tahun 2021 - 2023
|
No
|
Tahun
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1.
|
2023
|
511.189.128
|
|
|
2.
|
2024
|
570.880.978
|
|
Sumber: data desa Sirnagalih
Sumber Penerimaan Desa Lainnya
Sumber pendapatan desa selain dari hal di atas adalah dari tanah carik dan insentif.
Transportasi Perhubungan
Panjang jalan utama desa Sirnagalih pada tahun 2021 sepanjang 2 km, adapun transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah jasa ojeg, jalur ke kota kabupaten menggunakan angkot yang beroperasi trayek ke kota Kabupaten Garut
Telekomunikasi dan Informasi
Sarana informasi dan komunikasi yang digunakan penduduk Desa Sirnagalih adalah telepon genggam (Hand Phone), dikarenakn jasa telepon rumah sudah banyak yang tidak terpakai.
Pengairan dan Irigasi
Penanganan keirigasian/pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Kondisi jaringan irigasi di Desa Sirnagalih pada tahun 2021 ini kondisinya sangat memprihatinkan, mengingat hanya pada musim hujan saja jaringan irigasi ini bisa maksimal, sedangkan pada musim kemarau tidak ada airnya, juga didukung oleh rusaknya saluran irigasi di Desa Sirnagalih sebagai akibat dari terjadinya pendangkalan (Sedimentasi) saluran air.hal ini diperparah oleh menurunnya produksi air dan hutan sebagai akibat terjadinya pembalakan hutan yang tidak terkendali lagi, ditunjang oleh kurangnya pengawasan dari pihak terkait (kehutanan, KSDA) Dan kondisi diatas, pemerintah desa Salakuuray merasa perlu mealkukan terobosan dalam upaya pelestarian dalam upaya pelestarian saluran irigasi ini, danhal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas, program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang ini.
Namun upaya ini terhambat karena kurang adanya perhatian yang optimal dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan irigasi ini, padahal hampir 80% masyarakat desa Sirnagalih memerlukan air untuk membuat sawah, lahan pertanian, menjadi lebih produktif dan berkualitas.
Air bersih
Pengguna sumber air bersih kami tabelkan dibawah ini:
Jumlah air bersih yang digunakan oleh masyarakat Desa Sirnagalih Tahun 2021
|
No
|
Jenis sumber air bersih yang digunakan oleh masyarkat
|
Jumlah KK Pengguna
|
Persentase (%)
|
|
1
|
PAM
|
9
|
0%
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Sumur Pompa
|
158
|
6%
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Artesis
|
239
|
9%
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Sumur Gali
|
989
|
39%
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Fasilitas Air Bersama
|
321
|
13%
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Kali/sungai
|
-
|
|
|
|
|
|
|
Sumber: data desa Sirnagalih
Air limbah
Jenis Limbah yang terdapat di Desa Sirnagalih dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi, cuci dan kakus. Sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah penggilingan padi, limbah lemak, limbah industri rumah tangga (konveksi) dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah domestik di Desa Sirnagalih selain menggunakan jamban keluarga berupa septictank, juga memanfaatkan sungai, dan kolam dan pembangunan langsung ke saluran drainase yang ada. Namun berdasarkan data yang ada pada tahun 2021 sudah sebagian besar masyarakat membuang limbah domestik melalui saluran septictank.
Energi
Hampir 90% rumah yang berada di desa Sirnagalih sudah teraliri listrik milik PLN, hanya ada beberepa masyarakat yang belum tersambung listrik secara langsung dikarenakan faktor ekonomi. Pada umumnya masyarakat yang belum mampu memasang listrik secara langsung mengambil dari tetangganya. Kesimpulannya seluruh masyarakat desa Sirnagalih dalam penerangan sudah menggunakan listrik.
Musim
Seperti daerah Jawa Barat pada umumnya, desa Sirnagalih mengenal dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.